*** FLASHBACK ***
Malam itu Clariss mutusin buat menemui Glad di rumahnya.
Tapi ternyata Glad nggak ada di rumahnya dan keluarganya juga nggak tahu tentang keberadaan Glad sekarang.
***
“Glad nggak ada, Clariss,“ ucap Leon dengan wajah yang khawatir.
“Kemana ya, Kak?“ tanya Clariss.
Sambil mengangkat bahu “Entahlah, dari tadi Glad nggak bisa dhubungin. Mommy dan daddy sudah sangat khawatir.
Clariss bisa melihat jelas kecemasan yang tersirat di wajah tampan Leon. Ya, karena Leon sangat menyayangi Glad.
“Aku juga dari tadi sore nggak bisa ngehubungin dia. Kak, gimana kalau kita cari Glad sama-sama, Kak?“ saran Clariss.
“Ide bagus, Clariss. Ayo kita pergi sekarang,“ tambah Leon.
Lalu pergilah Leon dan Clariss untuk mecari Glad.
Sementara itu...
Ketika dalam perjalanan menuju ke basecamp Mark melihat Glad jalan sempoyongan ke luar dari area pemakaman. Wajahnya sangat pucat.
Mark pun menghentikan mobilnya dan menghampiri Glad.
“Glad, kamu nggak apa-apa, kan?“ tanya Mark dengan suara yang lembut namun jelas sekali terdengar khawatir.
“A.. Aku.. Aku..“ Glad pingsan ke pelukan Mark sebelum menyelesaikan perkataannya.
Jangan ditanya seberapa panik Mark saat melihat cewek yang disukainya itu jatuh pingsan.
Mark pun langsung membawa Glad ke basecamp, karena jaraknya yang nggak begitu jauh dari pemakaman itu. Padahal sih yang sebenernya Mark nggak tahu dimana Glad tinggal. Grubraaakkkkk
Nggak sampe 10 menit Mark pun sampai di basecamp. Untung saja keempat sahabatnya sudah datang semua.
Mark yang menggendong Glad langsung berteriak memanggil keempat sahabatnya itu “ Guys, tolongin dong.“
Mendengar suara teriakkan Mark mereka berempat pun langsung menghampiri Mark. Yup,mereka kaget liat Mark membawa Glad yang nggak sadarkan diri.
“Mark, Glad kenapa?“ tanya Brian.
Sambil menidurkan Glad di sofa Mark berkata “Tanyany nanti aja. Cepet hubunging keluarganya, Bri. Aku takut Glad kenapa-napa.“
Tanpa banyak tanya lagi Brian pun langsung menelepon Leon yang kebetulan lagi ada di sekitar basecamp mereka.
Setelah menutup telepon.
“Bentar lagi Kak Leon datang. Kebetulan dia lagi ada disekitar sini,“ jelas Brian.
“So, bisa ceritain gimana kamu bisa ketemu Glad?“ Nicky membuka suara.
“Pas mau kesini aku liat Glad keluar dari pemakaman yang terletak nggak jauh dari sini,“ jawab Mark yang berusaha tenang, namun bisa diketahui bahwa dia sangat khawatir sekali.
“Hah ! Pemakaman?“ ucap Shane dan Kian berbarengan.
Belum sempat Mark menjawab tiba-tiba ada yang datang dan memencet bell. Ternyata Leon dan Clariss yang datang.
“Sayang, kamu kenapa?“ ucap Leon sambil membelai kepala adik tercintanya ini.
“Kak, mendingan Glad di bawa ke rumah sakit aja,“ Brian menyarankan.
Tanpa ba-bi-bu-be-bo Leon langsung menggendong Glad ke dalam mobil dan ikuti oleh Brian dan teman-temannya.
Rotundra Hospital.
Leon dan Clariss sedang cemas menunggu dokter selesai memeriksa Glad.
Lalu datanglah Brian dan teman-temannya itu.
“Keadaan Glad gimana, Kak?“ tanya Brian.
“Dokter masih didalem. Oh iya, Bri, makasih ya kamu udah nolongin Glad,“ ucao Leon.
“Bukan aku, Kak. Tapi Mark yang nolongin Glad,“ ujar Brian sambil menarik Mark yang sedari tadi diem terus dibelakangnya.
“Oh, oke. Thanks ya Mark,“ ucap Leon sambil menepuk pundak Mark.
“Sama-sama, Kak,“ jawab Mark.
“Ketemu Glad dimana?“ akhirnya Clariss membuka suaranya.
“Pemakaman,“ jawab Shane, Kian dan Nicky kompak.
Leon tentu saja kaget mendengarnya “Pemakaman?“.
“Iya, Kak. Aku liat Glad keluar dari pemakaman,“ Mark menjelaskan.
“Pasti Vanno, Kak. Ahh, ini salah aku. Coba aku nggak ungkit tentang Vanno,“ sesal Clariss sambil menunduk.
Akhirnya dokterpun keluar.
“Siapa keluarga dari pasien?“ tanya dokter.
“Saya kakaknya dok. Gimana keadaan adik saya?“ cerocos Leon.
“Tidak ada yang begitu parah dengan adik anda. Dia hanya mengalami depressi ringan yang membuat tubuhnya drop. Jadi untuk beberapa hari adik anda harus di rawat disini,“ jelas dokter.
“Syukurlah, apa kita boleh melihatnya, dok?“ ucap Leon.
“Tentu saja silakan. Kalau begitu saya permisi dulu,“ setelah berkata itu dokterpun pergi.
Di ruangan Glad di rawat.
Mereka hanya terdiam melihat Glad terbaring lemah dengan selang infus terpasang dilengannya.
Leon pun memecah kesunyian itu.
“Bri, ini udah malem. Kamu dan teman-temanmu lebih baik pulang dan beristirahat. Kamu juga Clariss ini udah larut. Biar kakak yang jaga Glad, sebentar lagi mommy dan daddy datang kok.“
“Ya udah deh Kak, kita pamit besok kita kesini lagi,“ jawab Brian.
“Oh iya, Bri, bisa tolong antar Clariss pulangkan?“ pinta Leon.
“Siap, Kak,“ jawab Brian.
“Mark ayo kita pulang,“ ajak Shane. Kian yang melihat keengganan Mark untuk pergi dari situ akhirnya berkata “Besok kita kesini lagi, Glad baik-baik aja kok.“
Akhirnya Mark pun mau ikut pulang. Setelah pamit mereka berenampun pergi meninggalkan rumah sakit.
sepanjang perjalanan pulang cuma satu pertanyaan yang terus berputar-putar di kepalanya. “Siapa Vanno? Ada hubungan apa Vanno dan Glad?“
“Besok aku harus tanya, Brian dan Clariss pasti tahu tentang Vanno“
Keadaan Glad gimana yha setelah ini??
Lalu apakah Brian dan Clariss akan memberitahu Mark tentang Vanno??
Dan apakah sikap Glad pada Mark akan melunak ????
Tunggu di part selanjutnya yha...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar